Skip to main content

Mengunjungi kampung tradisi suku Toraja di Ke'te' Kesu'


Ke'te' Kesu' adalah salah satu objek wisata perkampungan adat, budaya, dan sejarah suku Toraja yang paling ikonik dan terkenal di dunia. Terletak di Desa Ke'te' Kesu', Kecamatan Kesu', Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, kawasan ini menawarkan gambaran utuh mengenai kebudayaan megalitikum dan arsitektur tradisional Toraja.

Berikut adalah informasi lengkap mengenai Ke'te' Kesu':

1. Arsitektur Tradisional: Tongkonan dan Alang

Daya tarik utama Ke'te' Kesu' adalah jejeran rumah adat tradisional Toraja yang disebut Tongkonan dan lumbung padi tradisional (Alang).

  • Usia Bangunan: Beberapa tongkonan di kompleks ini diperkirakan sudah berusia ratusan tahun dan telah diwariskan secara turun-temurun selama puluhan generasi oleh satu rumpun keluarga besar.

  • Ukiran Khas: Dinding luar tongkonan dihiasi dengan ukiran kayu tradisional (bernama Pa'ssura') berwarna hitam, merah, dan putih yang memiliki makna filosofis mendalam tentang hubungan manusia dengan Sang Pencipta, alam, dan sesama.

2. Situs Pemakaman Kuno dan Kuburan Batu

Selain permukiman, Ke'te' Kesu' juga menyimpan situs pemakaman purbakala suku Toraja yang sudah digunakan sejak ratusan tahun lalu:

  • Liang (Kuburan Batu): Tebing batu di bagian belakang perkampungan dilubangi secara manual untuk menempatkan jenazah leluhur. Di depannya sering kali diletakkan Tau-tau (patung kayu menyerupai almarhum) sebagai penjaga dan bentuk penghormatan.

  • Passiliran (Kuburan Pohon): Di area dekat tebing, terdapat juga tradisi pemakaman bayi yang meninggal sebelum tumbuh gigi dengan cara dimasukkan ke dalam lubang batang pohon hidup, yang dipercaya agar bayi tersebut menyatu kembali dengan alam.

  • Erong: Peti mati kayu kuno berbentuk perahu atau babi yang digantung di tebing curam atau diletakkan di gua-gua batu.

3. Aktivitas dan Daya Tarik Wisata

  • Pusat Kerajinan Tangan: Di sekitar perkampungan, banyak warga lokal yang menjual berbagai macam suvenir khas Toraja, mulai dari kain tenun tradisional, ukiran kayu miniatur tongkonan, hingga kopi Toraja yang harum.

  • Spot Fotografi Estetik: Kombinasi lanskap hijau persawahan, deretan tongkonan beratap lengkung melengkung ikonik, serta latar belakang perbukitan karst menciptakan pemandangan yang sangat fotogenik.

  • Pusat Budaya: Pengunjung dapat melihat langsung aktivitas masyarakat setempat dalam menjaga tradisi leluhur serta mempelajari sejarah dan filosofi hidup orang Toraja (Aluk Todolo).

4. Lokasi dan Aksesibilitas

  • Jarak: Ke'te' Kesu' terletak sekitar 4 kilometer di sebelah tenggara Rantepao (ibu kota Kabupaten Toraja Utara).

  • Transportasi: Lokasinya sangat mudah dijangkau dari Rantepao menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat dengan waktu tempuh sekitar 10–15 menit.




Comments

Popular posts from this blog

Sejarah Kubah Emas di Masjid Al Aqsa

  Di dalam Masjid al-Aqsa terdapat beberapa buah kubah cantik yang menghiasi halaman masjid. Kesemua kubah ini telah dibina semenjak pemerintahan Islam lagi bermula dari zaman Umaiyah hinggalah ke zaman pemerintahan al-Ayyubi, Mamluk dan Uthmaniyyah. Usaha-usaha tersebut merupakan manifestasi umat Islam akan keprihatinan mereka dalam memberi impak dan sumbangan untuk menghidupkan Masjid al-Aqsa. Kubah-kubah ini telah dibina atas pelbagai tujuan antaranya dijadikan tempat untuk para jemaah menunaikan solat, majlis-majlis ilmu  atau tempat untuk melakukan ibadah dan iktikaf. Berikut merupakan 15 buah kubah yang terdapat di dalam halaman Masjid al-Aqsa:   Kubah as-Sakhrah al-Mushrifah (Kubah Batu / The Dome of the Rock) Merupakan salah satu model seni bina Islam yang paling agung dan indah pada era awal pemerintahan Islam di dunia. Kubah ini telah dibina semasa kerajaan Umaiyah oleh Khalifah Abdul Malik bin Marwan pada tahun 65-86 H bersamaan dengan tahun 685-705 M di k...

Rehlah Palestin: Kuziarahi maqam Nabi Musa yang terletak di luar Baitul Maqdis.

us Dalam kembara ke Palestin ini hamba berkesempatan menziarahi Makam Nabi Musa dan masjid Nabi Musa. Ketika itu baru masuk waktu Zohor, ramai jemaah kebanyakannya musafir yang tujuannya untuk menziarahi makam Nabi Musa, dan disekitar tempat ini tidak ada perkampungan, hanya kawasan perbukitan yang tandus dan pasirnya berwarna kemerahan. Jemaah meminta hamba menjadi imam bagi solat Jamak Qasar Zohor dan Asar. Itulah rezeki sebagai kenangan seumur hidup dalam kembara Palestin ini. Makam  Nabi Musa terletak di di suatu tempat yang berada 11km  ke selatan bandar Jericho dan 20 km  ke timur Jerusalem dekat kawasan gersang Judea.  Kawasan yang terdiri pebukitan batu berwarna merah itu kelihatan sunyi.  Tidak ada perkampungan di situ, hanya bangunan masjid yang dinamakan Masjid Nabi Musa, yang mana di dalamnya terdapat makam Nabi Musa.  Walaupun terdapat berbagai pendapat tentang lokasi Nabi Musa wafat namun lokasi inilah yang paling tepat di mana Nabi Musa dimak...

Coretan Kembara - Habib Ali Batu Pahat yang kutemui

Pak Habib dengan senang hati menyambut semua tetamunya tanpa melebihkan antara satu dengan lainnya. Seperti biasa bila memandang Pak Habib ni, timbul rasa tenang dalam diri               Ketika melayari internet untuk mencari informasi tempat-tempat yang menarik untuk dilawati di Surabaya, ada beberapa pelan perjalanan yang menjurus kepada lawatan tempat lahirnya Wali Songo. Banyak juga tokoh-tokoh agama yang hebat yang dicadangkan untuk diziarahi. Dalam banyak-banyak itu hamba ternampak satu nama dan gambar yang hamba pernah temui di rumahnya di Kampung Solok Wan Mor, Batu Pahat. Dia dikenali sebagai Habib Ali Batu Pahat atau nama sebenarnya al-Habib Syed Ali bin Syed Ja'far al-Idrus.            Pada kali pertama hamba menziarahinya kerana termakan pujuk seorang rakan yang mengajak hamba ke Batu Pahat untuk menziarahi Habib Ali kerana katanya amalan yang digalakkan pada 10 Muharam ialah menziarahi alim. Ke...