Skip to main content

Posts

Kutemui, Kukaji & Kutulis

Bermalam di Pare-Pare kota kelahiran BJ Habibie

Kota Parepare memiliki hubungan yang sangat erat dan istimewa dengan Presiden Republik Indonesia ke-3, Bacharuddin Jusuf Habibie (B.J. Habibie) . Kota ini dikenal luas sebagai Kota Kelahiran B.J. Habibie . Berikut adalah beberapa hal penting mengenai hubungan antara Kota Parepare dan B.J. Habibie: Tempat Kelahiran: B.J. Habibie lahir di Parepare, Sulawesi Selatan, pada tanggal 25 Juni 1936. Beliau menghabiskan masa kecilnya di kota pelabuhan ini sebelum akhirnya pindah untuk melanjutkan pendidikan. Monumen Cinta Sejati Habibie Ainun: Sebagai bentuk penghormatan dan mengenang tokoh besar tersebut, Pemerintah Kota Parepare mendirikan sebuah ikon terkenal di pusat kota, yaitu Monumen Cinta Sejati Habibie Ainun . Monumen ini terletak di alun-alun kota (Kawasan Tonrangeng / Lapangan Andi Makkasau) dan menggambarkan kemesraan serta kesetiaan cinta antara B.J. Habibie dan istrinya, Hasri Ainun Besari. Patung dan Museum/Ikon Kebanggaan: Selain monumen cinta sejati, wajah B.J. Habibie juga ...
Recent posts

Santai di Pantai Pijar Pekkae untuk melepaskan penat dalam perjalanan dari kota makasar ke Tanah Toraja

Pantai Pijar Pekkae (yang terletak di wilayah Pekkae, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan) adalah tempat yang sangat pas untuk beristirahat sejenak. Kawasan Pekkae (Kecamatan Tanete Rilau, Barru) memang dikenal sebagai salah satu titik lintasan strategis dan tempat peristirahatan favorit bagi para pelancong yang melakukan perjalanan darat dari Makassar menuju Toraja (atau sebaliknya).  Biasanya, pengendara memanfaatkan area sekitar Pekkae untuk: Melepas penat setelah berkendara berjam-jam dari Makassar. Menikmati suasana angin laut pesisir Selat Makassar yang sejuk. Singgah di warung-warung lokal atau kafe sekitar pantai sambil mencicipi kuliner khas setempat sebelum melanjutkan perjalanan menanjak ke arah Tana Toraja.  

Kota Makale Tanah Toraja yang kutemui

  Secara historis dan tutur masyarakat setempat, penamaan "Makale" berasal dari kebiasaan atau kondisi keseharian penduduk terdahulu yang senantiasa bangun dan memulai aktivitasnya sebelum matahari terbit . Kebiasaan ini mengalami pergeseran pengucapan dari waktu ke waktu hingga akhirnya dikenal sebagai Makale . Selain itu, secara historis kata Makale juga dihubungkan dengan arti yang mencerminkan ketangguhan atau kekar. Masa Kolonial: Pada tahun 1906–1907, pemerintah kolonial Belanda mulai masuk dan menguasai wilayah dataran tinggi Toraja, termasuk Makale dan Rantepao, yang kemudian menjadikan wilayah-wilayah ini sebagai pusat kendali administratif.      Pusat Pemerintahan: Seiring berjalan waktu dan penataan wilayah administratif pemerintahan daerah, Makale ditetapkan secara resmi menjadi pusat pemerintahan sekaligus ibu kota Kabupaten Tana Toraja. Karakteristik Kota: Di jantung kota Makale, terdapat sebuah ikon terkenal berupa kolam besar (Kolam Makale)...

Mengunjungi kampung tradisi suku Toraja di Ke'te' Kesu'

Ke'te' Kesu' adalah salah satu objek wisata perkampungan adat, budaya, dan sejarah suku Toraja yang paling ikonik dan terkenal di dunia. Terletak di Desa Ke'te' Kesu', Kecamatan Kesu', Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, kawasan ini menawarkan gambaran utuh mengenai kebudayaan megalitikum dan arsitektur tradisional Toraja. Berikut adalah informasi lengkap mengenai Ke'te' Kesu': 1. Arsitektur Tradisional: Tongkonan dan Alang Daya tarik utama Ke'te' Kesu' adalah jejeran rumah adat tradisional Toraja yang disebut Tongkonan dan lumbung padi tradisional ( Alang ). Usia Bangunan: Beberapa tongkonan di kompleks ini diperkirakan sudah berusia ratusan tahun dan telah diwariskan secara turun-temurun selama puluhan generasi oleh satu rumpun keluarga besar. Ukiran Khas: Dinding luar tongkonan dihiasi dengan ukiran kayu tradisional (bernama Pa'ssura' ) berwarna hitam, merah, dan putih yang memiliki makna filosofis mendalam tentan...

menyusuri sungai di Rammang-Rammang

Rammang-Rammang adalah salah satu destinasi wisata alam berkelas dunia yang terletak di Desa Salenrang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Kawasan ini terkenal sangat unik karena merupakan salah satu bentang alam karst (pegunungan kapur) terbesar kedua di dunia setelah Karst Shilin di Tiongkok. Berikut adalah informasi lengkap mengenai daya tarik, aktivitas, dan lokasi wisata Rammang-Rammang: 1. Daya Tarik Utama Gugusan Pegunungan Karst Purba: Tebing-tebing batu kapur raksasa yang menjulang megah mengelilingi kawasan ini diperkirakan sudah berusia jutaan tahun dan menyimpan banyak jejak sejarah purbakala. Sungai Pute dan Hutan Nypa (Bakau): Aliran sungai berair jernih yang membelah kawasan karst dan dikelilingi oleh pohon nipah di sisi-sisinya. Suasana di sini sangat tenang, asri, dan jauh dari kebisingan kota. Kampung Berua: Sebuah permukiman tradisional tersembunyi di tengah lembah karst yang hanya bisa diakses dengan menyusuri sungai menggunakan perahu. Warga ...

Rumah datukku Lebai Hanafi Tais masa kecil

 

Kondangan di rumah Samsi Tanah Tumbuh Jambi