Skip to main content

Kerusi Raden Fatah di Masjid Demak


Sempat solat Maghrib di Masjid Demak ini.Semasa sibuk mengambil gambar, seorang jemaah datang menyantuni kami dan bercerita tentang “kerusi” Raden Fatah. Malah dia mempelawa untuk berdoa di kerusi tersebut. Begitu mereka memuliakan Raden Fatah ini. Siapakah Radeb Fatah ini? Mari kita baca kisahnya ini.


Raden Fatah merupakan pendiri kerajaan Islam pertama di Jawa, Kesultanan Demak Bintoro dengan gelar Sultan Alam Akbar Al-Fatah. Beliau sangat berjasa dalam perkembangan dan penyebaran  Islam di Demak. Raden Patah merupakan seorang putra dari Raja Kertabumi (Prabu Brawijaya V) dari kerajaan Majapahit dengan seorang isterinya yaitu puteri Cina yang bernama Siu Ban Ci yang merupakan putri saudagar atau ulama Syaikh Bantong/Syeh Bentong (alias Tan Go Hwat). Ketika Siu Ban Ci ini hamil tua, permaisuri Prabu Brawijaya V, Ratu Darawati yang berasal Campa, cemburu. Kecemburuan ini membuat Siu Ban Ci diceraikan dan kemudiannya dihadiahkan pada Arya Damar atau Jaka Dilah atau Swan Liong (Naga Berlian), seorang pemimpin legendaris keturunan Tionghoa yang berkuasa di Palembang pada pertengahan Abad 14 yang ketika itu dibawah jajahan Kerajaan Majapahit. Siu Ban Ci akhirnya dinikahi oleh Arya Damar hingga melahirkan Raden Patah di Palembang. Dari Siu Ban Ci dan Arya Damar, Raden Patah memiliki adik tiri bernama Raden Kusen. Raden Patah dikenal dengan Jin Bun. Arya Damar diketahui telah masuk Islam, sehingga Raden Patah lahir dan dibesarkan di lingkungan Istana Palembang dan dididik secara Islam. Dalam asuhan Arya Damar, Raden Patah tumbuh menjadi pemeluk Islam yang kuat. Saat berusia 20 tahun, Raden Patah berlayar ke Gresik untuk menemui ayah kandungnya, Prabu Brawijaya V. Namun ia berguru terlebih dahulu pada Raden Rahmat atau yang dikenal dengan Sunan Ampel yang terletak di Ampel Denta, Surabaya.


Setelah menemui ayahnya, Prabu Brawijaya V, ia kemudian dihadiahi sebidang tanah hutan di Bintoro, Kudus. Saat berguru dengan Sunan Ampel, Raden Patah dinikahkan dengan cucu dari Sunan Ampel. 
Tahun 1475 M, ia mulai melaksanakan perintah gurunya dengan jalan membuka madrasah atau pondok pesantren di daerah itu untuk menyiarkan agama Islam. Namanya pun makin tersohor. Pondok yang didirikan Raden Patah berkembang menjadi pusat ilmu pengetahuan, agama, dan perdagangan. Hingga akhirnya menjadi pusat kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa.

Melihat pondok pesantren makin maju dan kuat, para Wali Songo muda mendesak supaya Raden Fatah segera diangkat menjadi raja di Demak. Namun Sunan Ampel sebagai guru spiritual Raden Patah dan sunan yang paling dituakan tidak mau terburu-buru.

Sunan Ampel mempertimbangkan bahwa Kerajaan Majapahit masih diperintah Prabu Brawijaya V, ayah kandung Raden Patah. Menurut Sunan Ampel, tidaklah patut seorang anak berbuat makar terhadap ayahnya sendiri. 

Namun, Sunan Ampel memperkirakan bahwa Majapahit akan runtuh dengan sendirinya karena tengah dilanda gejolak internal. Perkiraan Sunan Ampel tepat. Majapahit mula goyang setelah digempur Kerajaan Kediri. Dalam serangan itu, Prabu Brawijaya V gugur di Kadaton dan digantikan Girindawardhana Dyah Ranawijaya untuk beberapa tahun lamanya.


Saat Majapahit dipimpin Girindrawardhana, barulah Sunan Ampel bersedia mengangkat Raden Patah sebagai raja pertama Kesultanan Demak. Ia diberi gelar Senopati Jimbun Ngabdurrahman Panembahan Palembang Sayidin Panatagama. Adapun gelar yang diperoleh oleh Raden Patah selaku raja pertama Kerajaan Demak adalah Sultan Alam Akbar al-Fatah. Ia menjabat sejak tahun 1500 sampai 1518.

nama Raden Patah diambil dari gelarnya, Al Fatah yang berarti "Sang Pembuka" karena dalam sejarah Islam di Nusantara, ia dinobatkan sebagai seorang pembuka kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa.

Dalam menjalankan pemerintahannya, Raden Patah dibantu oleh ulama Wali Songo hingga Kerajaan Demak menjadi kerajaan Islam ternama.

Pada masa pemerintahannya, kekuasaan Raden Patah semakin meluas. Daerah yang masuk dalam wilayah kekuasaannya antara lain Pati, Rembang, Jepara, Semarang, Selat Karimata, hingga daerah di Kalimantan.

Peranan Raden Patah juga adalah dalam mendirikan Masjid Agung Demak yang dipercayai menjadi tempat berkumpulnya ulama Nusantara. 



Masjid ini juga berpengaruh pada masyarakat umum. Salah satunya adalah dinamika keadaan masyarakat yang tercermin dari perkembangan yang terjadi, yaitu sebagai akibat dari hubungan antara individu dan kelompok.

Masjid Agung Demak juga menjadi lambang kebesaran Kesultanan Demak pada masanya sebagai Kerajaan Islam di tanah Jawa. Keistimewaan lainnya dari masjid tersebut adalah salah satu tiangnya dibuat dari kumpulan sisa kayu pembangunan masjid tersebut yang dikumpulkan dan disatukan.



Selama menjadi raja, kehidupan masyarakat Kesultanan Demak juga berjalan teratur dan diatur dengan hukum Islam. Akan tetapi, norma dan tradisi yang lama tidak ditinggalkan begitu saja.

Setelah Sunan Ampel wafat, Raden Patah dibantu oleh perajuritnya di pesisir utara Jawa memimpin serangan menggempur Majapahit hingga hancur. Keruntuhannya disimbolkan sebagai hancurnya agama Hindu di Jawa. Sisa-sisa pengikut Girindrawardhana di Majapahit melarikan diri ke Blambangan, Tengger, Bali hingga Mataram.

Raden Fatah mangkat pada tahun 1518 di Demak. Kesultanan Demak kemudian dipimpin oleh putra Raden Patah, Adipati Unus selama 3 tahun pada 1518-1521 M. Pati Unus kemudian digantikan oleh adiknya yang bernama Sultan Trenggana.

SEKIAN.


 

Comments

Popular posts from this blog

Coretan Kembara - Habib Ali Batu Pahat yang kutemui

Pak Habib dengan senang hati menyambut semua tetamunya tanpa melebihkan antara satu dengan lainnya. Seperti biasa bila memandang Pak Habib ni, timbul rasa tenang dalam diri               Ketika melayari internet untuk mencari informasi tempat-tempat yang menarik untuk dilawati di Surabaya, ada beberapa pelan perjalanan yang menjurus kepada lawatan tempat lahirnya Wali Songo. Banyak juga tokoh-tokoh agama yang hebat yang dicadangkan untuk diziarahi. Dalam banyak-banyak itu hamba ternampak satu nama dan gambar yang hamba pernah temui di rumahnya di Kampung Solok Wan Mor, Batu Pahat. Dia dikenali sebagai Habib Ali Batu Pahat atau nama sebenarnya al-Habib Syed Ali bin Syed Ja'far al-Idrus.            Pada kali pertama hamba menziarahinya kerana termakan pujuk seorang rakan yang mengajak hamba ke Batu Pahat untuk menziarahi Habib Ali kerana katanya amalan yang digalakkan pada 10 Muharam ialah menziarahi alim. Ke...

Rehlah Palestin: Kuziarahi maqam Nabi Musa yang terletak di luar Baitul Maqdis.

us Dalam kembara ke Palestin ini hamba berkesempatan menziarahi Makam Nabi Musa dan masjid Nabi Musa. Ketika itu baru masuk waktu Zohor, ramai jemaah kebanyakannya musafir yang tujuannya untuk menziarahi makam Nabi Musa, dan disekitar tempat ini tidak ada perkampungan, hanya kawasan perbukitan yang tandus dan pasirnya berwarna kemerahan. Jemaah meminta hamba menjadi imam bagi solat Jamak Qasar Zohor dan Asar. Itulah rezeki sebagai kenangan seumur hidup dalam kembara Palestin ini. Makam  Nabi Musa terletak di di suatu tempat yang berada 11km  ke selatan bandar Jericho dan 20 km  ke timur Jerusalem dekat kawasan gersang Judea.  Kawasan yang terdiri pebukitan batu berwarna merah itu kelihatan sunyi.  Tidak ada perkampungan di situ, hanya bangunan masjid yang dinamakan Masjid Nabi Musa, yang mana di dalamnya terdapat makam Nabi Musa.  Walaupun terdapat berbagai pendapat tentang lokasi Nabi Musa wafat namun lokasi inilah yang paling tepat di mana Nabi Musa dimak...

Masjid Telok Manok: Kutemui masjid tertua di Thailand.

Masjid tua yang tidak mempunyai kubah. Kubah adalah pengaruh Turki. Semasa berjalan di Narathiiwat, hamba berpeluang menziarahi sebuah masjid kayu yang sudah berumur sekitar 300 tahun bernama Masjid Telok Manok atau dikenal juga dengan nama Masjid Wadi Al-Hussein.  Rajah asal Masjid Telok Manok Masjid ini masih terus digunakan untuk solat fardu dan solat Jumaat Masjid ini dibina pada tahun 1768, menjadikannya sebagai masjid tertua yang masih berdiri di Thailand. Seni bina Melayu, Cina, Kemboja dan Jawa bergabung  Masjid ini dibina mengikut senibina Melayu, Cina, Jawa dan Kemboja.  Dibuat menggunakan kayu sepenuhnya dan tanpa menggunakan paku. Masjid ini mempunyai tiang dan ada menara azan yang juga dibuat dari kayu.   Semuanya disusun cantik namun terus kukuh selama 300 tahun Telok Manok merupakan nama desa tempat masjid ini berdiri, sebuah desa kecil berjarak sekitar 25 kilo meter dari kota Narathiwat. Sedangkan A...